Rabu, 13 Mei 2015

Luruskan Niat Mencari Ilmu Kita



 Luruskan Niat Menuntut Ilmu
Niatan menuntut ilmu di awal, haruslah menjadi sesuatu yang musti digarisbawahi. Sedangkan sekolah atau kampus, haruslah dijadikan media atau partner di dalam menuntut ilmu tersebut. Lewat tugas-tugas yang diberikan guru / dosen, merupakan ajang mengasah pribadi setiap individu setiap harinya. Terlepas, apakah tugas tersebut dinilai secara objektif atau tidak. Terlepas apakah tugas tersebut nantinya dibaca guru / dosen atau tidak. Terlepas, apakah nilai tugas tersebut mempengaruhi dominan atas nilai akhir atau tidak. Abaikan itu semua. Tetapi, pandanglah tugas tersebut sebagai alasan logis para penuntut ilmu sejati, untuk berproses membangun keutuhan pribadinya dan kadar intelektualnya masing-masing. Dengan kesadaran tinggi, bahwa sebagai murid atau mahasiswa, saya harus penuhi semua tugas seoptimal mungkin, tanpa ada ketakutan salah mengerjakan, tanpa ada praktek contek kiri kanan, tetap terus mencari format terbaik, tetap terus  memperbaikinya sampai sempurna, tiap hari dan waktunya; yakinlah, akan ada manfaat ganda – bahkan multi manfaat – atas kapasitas intelektual di akhir proses tersebut.

Begitu juga dengan proses perkuliahan, ujian, atau proses lainnya. Jadikan event dan ajang tersebut sebagai partner – para penuntut ilmu sejati – dalam menuntut ilmu. Tetaplah dalam keuletan dan kesungguh-sungguhan, tetaplah dalam nilai-nilai kejujuran dan keistikomahan, tetaplah konsisten dan teguh pendirian atas hal-hal yang harus dilakukan, tetaplah berusaha on time sebagai wahana belajar memanfaatkan waktu dan kesempatan; adalah hal-hal yang akan membentuk pribadi-pribadi hebat di sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang.
Sehingga, gelar menjadi hal yang sangat tidak penting lagi pada akhirnya. Karena, pribadi mumpuni dan utuh, hasil dari proses menuntut ilmu bertahun-tahun, akan terbentuk dengan sendirinya; karena, intelektual bernilai tinggi pun akan terbangun – dengan sendirinya pula – di kemudian hari. Terlepas apakah partner kita (sekolah / kampus) – dalam menuntut ilmu – telah memberikan jalan terbaiknya atau tidak, itu – jelas – bukan urusan kita. Dari sisi pencari ilmu sejati, kita sebagai murid atau mahasiswa, harus tetap pada koridor mengoptimalkan perannya; sehingga pisau intelektual kita – dapat dipastikan – akan tajam selepas menuntut ilmu nanti

About the Author

Muhammad Alwan

Blogger

I am the founder of this blog if you like my tuts , follow me

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts