Luruskan Niat Menuntut Ilmu
Niatan menuntut ilmu di awal, haruslah menjadi sesuatu
yang musti digarisbawahi. Sedangkan sekolah atau kampus, haruslah dijadikan
media atau partner di dalam menuntut ilmu tersebut. Lewat tugas-tugas
yang diberikan guru / dosen, merupakan ajang mengasah pribadi setiap individu
setiap harinya. Terlepas, apakah tugas tersebut dinilai secara objektif atau
tidak. Terlepas apakah tugas tersebut nantinya dibaca guru / dosen atau tidak.
Terlepas, apakah nilai tugas tersebut mempengaruhi dominan atas nilai akhir
atau tidak. Abaikan itu semua. Tetapi, pandanglah tugas tersebut sebagai alasan
logis para penuntut ilmu sejati, untuk berproses membangun keutuhan pribadinya
dan kadar intelektualnya masing-masing. Dengan kesadaran tinggi, bahwa sebagai
murid atau mahasiswa, saya harus penuhi semua tugas seoptimal mungkin, tanpa
ada ketakutan salah mengerjakan, tanpa ada praktek contek kiri kanan, tetap
terus mencari format terbaik, tetap terus memperbaikinya sampai sempurna,
tiap hari dan waktunya; yakinlah, akan ada manfaat ganda – bahkan multi manfaat
– atas kapasitas intelektual di akhir proses tersebut.
Begitu juga dengan proses perkuliahan, ujian, atau proses
lainnya. Jadikan event dan ajang tersebut sebagai partner – para
penuntut ilmu sejati – dalam menuntut ilmu. Tetaplah dalam keuletan dan
kesungguh-sungguhan, tetaplah dalam nilai-nilai kejujuran dan keistikomahan,
tetaplah konsisten dan teguh pendirian atas hal-hal yang harus dilakukan,
tetaplah berusaha on time sebagai wahana belajar memanfaatkan waktu dan
kesempatan; adalah hal-hal yang akan membentuk pribadi-pribadi hebat di sepuluh
atau dua puluh tahun yang akan datang.
Sehingga, gelar menjadi hal yang sangat tidak penting
lagi pada akhirnya. Karena, pribadi mumpuni dan utuh, hasil dari proses
menuntut ilmu bertahun-tahun, akan terbentuk dengan sendirinya; karena,
intelektual bernilai tinggi pun akan terbangun – dengan sendirinya pula – di
kemudian hari. Terlepas apakah partner kita (sekolah / kampus) – dalam
menuntut ilmu – telah memberikan jalan terbaiknya atau tidak, itu – jelas –
bukan urusan kita. Dari sisi pencari ilmu sejati, kita sebagai murid atau
mahasiswa, harus tetap pada koridor mengoptimalkan perannya; sehingga pisau
intelektual kita – dapat dipastikan – akan tajam selepas menuntut ilmu nanti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar